Wednesday, January 26, 2011

Sukses, Sebetulnya Adalah Milik Kita


Speaker notes kali ini ingin mengenal lebih dalam mengenai siapa sebenarnya si sukses itu. Hari ini saya kebetulan nyasar ke blog seseorang yang mengutip perkataan seorang motivator Indonesia. "Success is My Right! Sukses milik saya! Milik Anda! Dan milik siapa saja yg benar2 menyadari, menginginkan, & memperjuangkannya dgn sepenuh hati." Inilah perkataan seorang motivator Indonesia, Andrie Wongso. Tentang siapa Andrie Wongso anda bisa mengenal dia lebih dekat dalam blognya www.andriewongso.com atau di facebooknya Andrie Wongso.

Membaca slogan tersebut saya jadi tersadar dari mimpi-mimpi saya selama ini. Ya, selama ini saya baru bisa bermimpi menjadi seorang yang sukses tetapi belum mampu untuk membuat mimpi-mimpi tersebut menjadi kenyataan. Tapi saya pun bersyukur saya mampu bermimpi untuk bisa sukses, bermimpi punya mobil mewah, rumah mewah, dsb. Saya juga bermimpi untuk segera bergeser kuadran menuju finansial freedom. Saya bersyukur masih mampu bermimpi karena toh banyak teman-teman saya yang sekedar untuk bermimpi pun selalu takut. Bahkan lebih parahnya dia pun mengolok-ngolok mimpi-mimpi saya. Sungguh keterlaluan memang, masa untuk bermimpi saja mereka tertawakan? Tapi itulah kenyataannya, mereka sudah di tidurlenakan oleh pengaruh kapitalisme global. Mereka dijadikan hamba orang-orang kapitalis untuk selalu mengabdi dan memperkaya para pemilik modal.

Untuk menjadi seorang sukses, seperti kata Andrie Wongso ternyata harus ada proses penyadaran bahwa sukses itu adalah milik saya, milik anda. Artinya ketika kita berpikir untuk sukses kita harus sadar bahwa kita juga memilikinya. Timbul pertanyaan, kalau kita memiliki sukses tersebut kenapa kita masih harus jungkir balik, banting tulang, kadang kepala jadi kaki, kaki jadi kepala hanya untuk sekedar mencari sesuap nasi. Dimana kesuksesan milik kita? Boleh jadi ketika kita bekerja keras, kita sebenarnya tidak sedang menginginkan dan meraih kesuksesan. Tetapi kita hanya berusaha untuk mencari sesuap nasi. Jadi memang harus dibedakan ketika kita sedang berusaha untuk meraih kesuksesan dengan berusaha mencari sesuap nasi. Memang kalau untuk sesuap nasi asal kita mau masuk tempat kerja, bekerja sewajarnya, pasti dapat gaji. Tetapi meraih kesuksesan tidak semudah itu. Keberanian, totalitas, pemikiran dan eksplorasi otak kita sangat diperlukan terutama saat awal-awal usaha kita.

Saya ingat ketika di kampung dulu, saya mempunyai sebuah pohon mangga. Ketika pohon mangga itu berbuah, saya pun gembira. Saya mempunyai banyak buah mangga. Tetapi masalahnya mangga yang saya miliki itu masih tergantung di pohon. Saya perlu menjalani sebuah proses yaitu meraihnya dengan memanjat pohon tersebut untuk bisa menikmatinya. Ternyata agak susah untuk meraih buah mangga tersebut karena pohonnya cukup tinggi. Tetapi saat saya betul-betul menginginkannya, saya pun berusaha sekuat tenaga untuk memetiknya. Saya memanjat pohon mangga tersebut, terkadang harus menggunakan tongkat untuk meraih mangga yang ada di ujung cabang. Bahkan pernah sekali waktu saya terpeleset saat berada diatas pohon untuk memetik buah mangga karena saya betul-betul menginginkannya. Saya hampir terjatuh. Tetapi Allah masih mentakdirkan saya untuk hidup sampai sekarang. Saat saya terpeleset, kaki kanan saya terjepit di celah sebuah cabang sehingga badan saya tergantung dengan kepala kebawah beberapa saat sampai ada orang yang datang menolong saya. Seandainya terjatuh sudah dapat dipastikan kepala saya hancur karena jatuh menimpa akar pohon yang besar-besar dari ketinggian sekitar 2 meter. Tetapi itulah sebuah resiko dari sebuah keinginan. Namun, ketika saya berhasil memetiknya, saya pun telah memilikinya dan sangat menikmati mangga tersebut.

Kesuksesan dapat dianalogikan buah mangga yang tergantung di pohon milik kita. Buah-buah mangga tersebut dapat dipastikan adalah milik kita bukan milik orang lain, bukan? Tetapi apakah lantas kita dapat langsung dapat menikmatinya. Tentu tidak, bukan? Kita harus meraihnya dengan memanjat pohon tersebut untuk memetiknya. Kita harus berjibaku mengeluarkan tenaga, memanjat pohon tersebut yang kadang harus berhadapan dengan maut karena mungkin kita terpeleset dan jatuh dari pohon. Hal itu kita lakukan karena ingin menikmati buah tersebut.

Begitu juga dengan sebuah kesuksesan. Kesuksesan adalah milik kita. Masalahnya adalah kita tidak serta merta dapat menikmatinya tanpa kita sadar bahwa kita menginginkannya dan berusaha sepenuh hati dan sekuat tenaga untuk meraihnya dengan menghadapi berbagai resiko. Oke, marilah kita sama-sama berniat, berusaha dan berjuang untuk meraih kesuksesan demi orang-orang yang kita cintai.

Tuesday, January 25, 2011

Megafon


Megafon adalah pengeras suara genggam yang menggunakan corong untuk meningkatkan efisiensi elemen-elemen pengirim suara, khususnya elemen diafragma yang digerakkan oleh sebuah electromagnet. Corong itu sendiri merupakan bagian yang pasif dan tidak memperbesar suara dari elemen pengeras suara, tetapi berguna untuk meningkatkan efisiensi antara pengeras suara dan udara. Corong ini bisa dipandang sebagai transformer akustik yang menyediakan impedansi yang sama antara diafragma padat yang berhubungan dan udara dengan kepadatan rendah. Hasil dari proses ini adalah keluaran suara yang lebih baik dari pengeras suara.
Bagian sempit dari corong yang ada di dekat pengeras suara disebut ‘leher’ dan bagian luas yang berada jauh dari pengeras suara biasa disebut ‘mulut’. Corong digunakan untuk memperluas batasan frekuensi yang rendah dari pengeras suara. Saat menempel pada corong, pengeras suara mampu menghasilkan kembali suara rendah dengan lebih kuat. Besarnya corong dan ukuran ‘mulut’ menentukan batas rendahnya frekuensi. Pada pengeras suara genggaam ini, ukuran ‘leher’ hanya berpengaruh pada desain. Corong pada pengeras suara ini dapat meningkatkan jaak frekuensi hingga 5 oktaf.
Corong digunakan untuk memodifikasi karakteristik penciptaangelombang suara. Cakupan horizontal adalah faktor penentu utama dari lebarnya corong. Sedangkan, cakupan vertikal adalah faktor penentu utama dari tinggi corong. Kerja poros on dan off akan berbeda tergantung pada bentuk dari corong ini. Bentuk dan desain dari pengeras suara genggam ini harus disesuaikan dengan gangguan yang mungkin terjadi dalam proses pengiriman suara, seperti distorsi atau fron gelombang.
Cara Kerja
Corong akustik mengubah variasi bertekanan tinggi dengan perpindahan kecil menjadi variasi bertekanan rendah dengan perpindahan besar, dan sebaliknya. Proses ini dilakukan secara bertahap. Seringnya, hal-hal yang berhubungan dengan eksponen dapat meningkatkan area silang dari corong. Kecilnya wilayah silang dari ‘leher’ corong membatasi jalannya udara, yang menyajikan impedansi tinggi, ke pengeras suara. Hal ini memungkinkan pengeras suara untuk mengembangkan tekanan tinggi untuk perubahan tertentu. Oleh karena itu, gelombang suara yang ada di ‘leher’ corong memiliki tekanan tinggi dan perpindahan kecil. Bentuk runcing dari corong memungkinkan gelombang suara secara berangsur-angsur mengurangi tekanan dan meningkatkan perpindahan hingga gelombang suara mencapai ‘mulut’ corong dimana gelombang suara menjadi bertekanan rendah dan berperpindahan tinggi.
Pengeras suara genggam elektronik memiliki cara kerja yang sama dengan pengeras suara genggam manual, yaitu dengan mengganti diafragma secara mekanik dengan pengeras suara piezoelectric. Pengeras suara dengan desain modern biasanya memiliki khas bercorong kerucut, berhubungan dengan eksponen, dan tractrix runcing. Pada saat pengeras suara genggam digunakan untuk berbicara, semakin rendah rata-rata nyala, maka semakin rendah pula frekuensi yang dihasilkan oleh corong.
Pengeras suara genggam modern dengan keluaran tinggi juga membuat ‘leher’ corong menjadi lebih kecil daripada diafragma kerucut. Hal ini disebut perbandingan “pemuatan” atau “pemadatan” corong. Perbadingan pemadatan adalah wilayah kerucut dibagi wilayah ‘leher’ corong. Khusus untuk bas dan frekuensi jarak tengah, perbandingan pemadatan adalah mulai dari (1,5 - 1) pemadatan rendah, pemadatan normal (2 – 1), sampai ke pemadatan tinggi (3,5 – 1). Keluaran suara frekuensi tinggi kadang-kadang memiliki pemadatan tinggi sampai 10 – 1.
Semakin tinggi pemadatan, maka semakin tinggi pula kemampuan corong untuk menggabungkan diafragma dengan udara pada mulut corong dan meningkatkan efisiensi sampai perbandingan pemadatan menjadi sangat tinggi. Jika pemadatan menjadi sangat tinggi maka corong akan mulai membatasi pergerakan kerucut. Pada titik ini, keluaran suara maksimum dari corong (pada distorsi tertentu) akan dikurangi. Untuk menunjukkan hal ini dengan jelas, letakkan sebuah pengeras suara genggam menghadap ke lantai. Perbandingan pemadatan akan menjadi sangat tinggi , namun keluaran suara dari belakang pengeras suara akan sangat kecil.
Sejarah
Ilmu matematika dan fisika dari cara kerja pengeras suara genggam dikembangkan selama bertahun-tahun dan kemudian berhasil menjadi sebuah alat yang canggih sebelum Perang Dunia II. Pengeras suara pertama yang paling terkenal adalah yang terdapat di fonograf mekanik, dimana pencatat nada menggerakan jarum logam yang berat dan kemudian jarum tersebut akan memicu getaran dalam diafgragma logam kecil, yang bertindak sebagai pemicu dari pengeras suara genggam. Sebuah contoh yang terkenal adalah pengeras suara genggam yang dapat didengar oleh anjing Nipper RCA.
Pengeras suara tersebut meningkatkan pemuatan sehingga bisa mendapatkan gabungan energy dari diafragma dan udara. Dengan demikian, variasi tekanan akan menjadi lebih kecil seiring dengan pertambahan volume dan pergerakkan suara keatas corong. Amplifikasi mekanik semacam ini sangat diperlukan pada masa reproduksi suara pre-elektrikal untuk mencapai tahap dimana suara dapat digunakan.
jenis pengeras suara genggam yang paling tua dan paling sederhana adalah Kerucut . Alat ini masih digunakan oleh kelompok pemandu sorak dan penjaga pantai sebagai pengeras suara pasif. Karena sisi yang berbentuk kerucut menggambarkan lingkaran yang sempurna dan suara yang dipancarkan, kerucut menjadi tidak memiliki fase atau distorsi amplitude dari gelombang suara. Pengisian akustik yang terdapat dalam kerucut tidak menambahkan batas frekuensi rendah. Batas frekuensi ini dianggap telah cukup rendah untuk tujuan yang paling modern, dengan keluaran energy nyata dari kerucut ini kurang dari keseluruhan desain sebelumnya.
Sumber: Wikipedia.org

Monday, January 24, 2011

10 Tips Untuk Pembicara


Pembicara andal selalu menghadapi resiko pada saat ia berbicara atau berpresentasi walau begitu pembicara andal selalu fokus untuk tampil lebih baik Dibawah ini ada 10 kebiasaan efektif yang dilakukan seorang pembicara andal :

  1. Selalu berusaha menemukan cara untuk menjadi pembicara andal. Selalu meningkatkan performa dari pengalaman yang dimiliki, selalu belajar dan mencari cara agar materi yang disampaikan sesuai dengan audiens.
  2. Selalu tabah untuk meraih kesuksesan. Didalam dunia public speaking tidak ada yang instant. Jangan ragu untuk belajar pada sekolah presenter ataupun rajin-rajin bertanya pada ahli dalam public speaking.
  3. Mencintai materi yang akan dibawakan. Audiens tidak akan mendengarkan anda jika anda sendiri tidak interest dengan materi yang anda bawakan.
  4. Rasakan dan sensitive terhadap keinginan audiens. Bagikan pengalaman yang tidak menyenangkan kepada audiens ketika anda membawa acara.
  5. Menghindari pernyataan maupun joke yang menyinggung audiens. Menggunakan anekdot ataupun quotation untuk menjaga konsentrasi audiens.
  6. Menyiapkan materi presentasi dengan teliti. Belajar dari materi yang telah lampau dan menyempurnakannya berdasarkan pengalaman yang ada.
  7. Membangun cerita untuk point penting dalam presentasi sehingga kemampuan untuk bercerita (story telling) harus selalu dipelajari.
  8. Berkomunikasi dengan seluruh panca indera. 80% komunikasi yang efektif terjalin melalui komunikasi visual dan 20% dari audio dan verbal. Jangan remehkan alat Bantu visual dalam presentasi.
  9. Latihan, untuk mencapai kesempurnaan. Berlatih didepan kaca dan teman.
  10. Tidak lupa untuk mengapresiasikan diri sendiri. Bersyukur bahwa tidak semua orang diberi kesempatan dan kemampuan untuk menjadi seorang pembicara.

sumber:
Milis Pers
Indonesia (PERS-Indonesia@yahoogroups.com)
IBSC TV Presenter
http://www.ibsctvpresenter.com/

Loud Speaker


Loud speaker atau Pengeras suara atau speaker saja adalah transduser yang mengubah sinyal elektrik ke frekuensi audio (suara) dengan cara menggetarkan komponennya yang berbentuk selaput.

Dalam setiap sistem penghasil suara, penentuan kualitas suara terbaik tergantung dari speaker. Rekaman yang terbaik, dikodekan ke dalam alat penyimpanan yang berkualitas tinggi, dan dimainkan dengan deck dan pengeras suara kelas atas, tetap saja hasilnya suaranya akan jelek bila dikaitkan dengan speaker yang kualitasnya rendah. Sistem pada speaker adalah suatu komponen yang membawa sinyal elektronik, menyimpannya dalam CDs, tapes, dan DVDs, lalu mengembalikannya lagi ke dalam bentuk suara aktual yang dapat kita dengar. Dalam artikel ini, akan dijelaskan bagaimana sebuah speaker melakukan proses tersebut. Selain itu juga akan dibahas mengapa speaker dirancang berbeda-beda dan bagaimana perbedaan tersebut menimbulkan efek yang berbeda pula terhadap kualitasnya. Speaker adalah sebuah teknologi menakjubkan yang memberikan dampak yang sangat besar terhadap budaya kita. Namun disamping semua itu, sebenarnya speaker hanyalah sebuah alat yang sangat sederhana.

Membuat suara
Pada dasarnya, speaker merupakan mesin penterjemah akhir, kebalikan dari mikrofon. Speaker membawa sinyal elektrik dan mengubahnya kembali menjadi getaran untuk membuat gelombang suara. Speaker menghasilkan getaran yang hampir sama dengan yang dihasilkan oleh mikrofon yang direkam dan dikodekan pada tape, CD, LP, dan lain-lain. Speaker tradisional melakukan proses ini dengan menggunakan satu drivers atau lebih.

Diafragma
Sebuah drivers memproduksi gelombang suara dengan menggetarkan cone yang fleksibel atau diafragma secara cepat. Cone tersebut biasanya terbuat dari kertas, plastik ataupun logam, yang berdempetan pada ujung yang lebih besar pada suspension. Suspension atau surround, merupakan ratusan material yang fleksibel yang menggerakkan cone, dan mengenai bingkai logam pada drivers, disebut basket.

Ujung panah pada cone berfungsi menghubungkan cone ke voice coil. Coil tersebut didempetkan pada basket oleh spider, yang merupakan sebuah cincin dari material yang fleksibel. Spider menahan coil pada posisinya sambil mendorongnya bergerak kembali dengan bebas dan begitu seterusnya.

Magnet
Proses spaker coil bergerak, kembali ke posisi semula dan seterusnya adalah sebagai berikut. Elektromagnet diposisikan pada suatu bidang magnet yang konstan yang diciptakan oleh sebuah magnet permanen. Kedua magnet tersebut, yaitu elektromagnet dan magnet permanen, berinteraksi satu sama lain seperti dua magnet yang berhubungan pada umumnya. Kutub positif pada elektromagnet tertarik oleh kutub negatif pada bidang magnet permanen dan kutub negatif pada elektromagnet ditolak oleh kutub negatif magnet permanen. Ketika orientasi kutub elektromagnet bertukar, bertukar pula arah dan gaya tarik-menariknya. Dengan cara seperti ini, arus bolak-balik secara konstan membalikkan dorongan magnet antara voice coil dan magnet permanen. Proses inilah yang mendorong coil kembali dan begitu seterusnya dengan cepat. Sewaktu coil bergerak, ia mendorong dan menarik speaker cone. Hal tersebut menggetarkan udara di depan speaker, membentuk gelombang suara. Sinyal audio elektrik juga dapat diinterpretasikan sebagai sebuah gelombang. Frekuensi dan amplitudo dari gelombang ini, yang merepresentasikan gelombang suara asli, mendikte tingkat dan jarak pergerakan voice coil. Sehingga dapat disimpulkan bahwa frekuensi dan amplitudo dari gelombag suara diproduksi oleh diafragma.

Speaker tradisional memproduksi suara dengan cara mendorong dan menarik elektromagnet yang menyerang cone yang fleksibel. Walaupun drivers pada dasarnya memiliki konsep yang sama, namun ukuran dan kekuatan yang dimiliki berbeda-beda. Tipe-tipe dasar drivers antara lain : woofers, tweeters, dan midrange.

Woofers merupakan tipe drivers yang paling besar yang dirancang untuk menghasilkan suara dengan frekuensi rendah. Tweeters memiliki unit-unit yang lebih kecil dan dirancang untuk menghasilkan frekuensi paling tinggi. Sedangkan midrange, mampu menghasilan jarak frekuensi yang berada di tengah-tengah spektrum suara.

Untuk dapat membuat gelombang frekuansi yang lebih tinggi, diafragma drivers harus bergetar lebih cepat. Hal ini lebih sulit dilakukan dengan cone yang berukuran besar karena berarti, massa cone tersebut juga besar. Oleh sebab itu, sulit mendapatkan drivers yang kecil untuk dapat bergetar cukup lambat agar dapat menghasilkan suara dengan frekuensi sangat rendah.

Sumber: wikipedia

Speaker dan Loudspeaker


Speaker dan loud speaker sama-sama mengeluarkan suara. Kata speaker bisa digunakan dalam dua topik, pertama kalau bicara masalah yang berhubungan dengan seminar, pertemuan, rapat, dan sebagainya speaker bisa berarti pembicara atau orang yang berbicara di dalam pertemuan tersebut. Tetapi bisa juga berarti loudspeaker atau pengeras suara, karena toh dalam seminar, rapat atau pertemuan-pertemuan lainnya biasanya menggunakan pengeras suara untuk membantu pembicara dalam menyampaikan materinya. Sedangkan topik yang kedua yaitu mengenai elektronik. Kalau dalam topik ini speaker hanya diterjemahkan sebagai alat pengeras suara.

Speaker atau Pembicara

Speaker menurut terjemahannya berarti pembicara atau orang yang berbicara. Pembicara merupakan seseorang yang dipercaya untuk menyampaikan suatu hal, berita atau informasi depan umum. Seorang pembicara dapat saja memiliki bidang mengambil kedudukan yang berbeda dalam menyampaikan isi pembicaraannya. Kedudukan pembicara dapat menyampaikan pembukaan atau penutup menambah pengetahuan serta memotivasi dan mempersuasi pendengarnya untuk melakukan sesuatu. Seorang pembicara yang baik harus mengetahui teknik-teknik dasar yang diperlukan dalam pembicaraannya agar dapat memperoleh perhatian dari pendengarnya, seperti seorang pembicara tidak boleh terlalu terpaku kepada teks, tetapi harus tampil prima, antusias, memiliki kontak mata dengan pendengarnya, terlihat sabar , dan memiliki dedikasi yang tinggi. Pembicara akan dikatakan berhasil apabila pembicara tersebut berhasil memberikan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi para pendengarnya.

LoudSpeaker atau Pengeras Suara

Loud speaker atau Pengeras suara atau kadang cukup dengan speaker saja adalah transduser yang mengubah sinyal elektrik ke frekuensi audio (suara) dengan cara menggetarkan komponennya yang berbentuk selaput.