Menurut anda, seperti apakah orang kaya itu? Banyak duit, banyak mobil mewah, rumah mewah, dan lain sebagainya yang kriterianya mewah-mewah? Atau punya tabungan di bank bermiliaran atau bertriliunan rupiah? Apakah orang kelas menengah kebawah boleh dikatakan orang kaya, atau cuma mereka yang kelas jet set saja?
Hari ini Speaker notes membaca sebuah modul pembelajaran mengenai manajemen keuangan pribadi. Definisi yang saya dapat mengenai orang kaya adalah orang yang mempunyai pengeluaran lebih kecil atau kurang daripada pendapatannya. Sehingga sisa uang lebihnya bisa dia simpan setiap bulan. Semakin lama semakin bertambah dan dia semakin kaya. Tetapi bagaimana kalau kelebihan dari pendapatannya hanya sedikit, bahkan setiap ada kejadian yang luar biasa, simpanannya saja tidak cukup untuk menutupinya.
Tetapi paling tidak, dengan adanya manajemen keuangan kita bisa memantau cash flow keuangan keluarga. Membuat perencanaan pengeluaran bulanan dan mengevaluasi kebiasaan pengeluaran kita setiap bulan adalah langkah awal kita menjadi seorang kaya. Sebelum kita mendapat gaji kita buat perencanaan pengeluaran. Saya asumsikan anda sudah bisa mengestimasikan pendapatan anda. Dari rencana pengeluaran itu kita dapat melihat keseimbangan kebutuhan kita dengan pemasukan keuangan. Syukur-syukur pendapatan anda sudah bisa memenuhi hal-hal pokok yang anda butuhkan dalam bulan tersebut. Bila seandainya belum mencukupi maka sejak awal anda sudah bisa melihat seberapa besar kekurangannya. Dengan begitu ada banyak cukup waktu untuk anda memikirkannya.
Kebiasaan merencanakan keuangan memang merupakan hal yang sepele tetapi efeknya sangat besar dalam perjalanan keuangan anda dalam bulan berjalan tersebut. Kebiasaan negatif dari kita adalah ketika waktu gajian tiba segala keinginan kita yang tersendat diujung bulan karena kehabisan uang mesti dipenuhi. Pergi jalan-jalan, makan di restoran, belanja, dan segala hal yang menguras kantong kita penuhi. Sesampainya di rumah kita baru sadar bahwa kita sudah melupakan keadaan kantong kempes yang baru saja kita lalui. Padahal saat-saat tongpes adalah saat yang sangat memusingkan karena kita harus pinjam sana pinjam sini untuk menutupi kekurangan kebutuhan kita. Saat anda lihat saldo gaji anda, anda pun seperti terserang asma, sesak napas. Nah, apakah kita harus melalui hal-hal seperti setiap bulan?
Mulai ubah kebiasaan anda! Bicarakan keinginan anda dengan seluruh elemen keluarga anda bahwa anda ingin berubah!
Hari ini Speaker notes membaca sebuah modul pembelajaran mengenai manajemen keuangan pribadi. Definisi yang saya dapat mengenai orang kaya adalah orang yang mempunyai pengeluaran lebih kecil atau kurang daripada pendapatannya. Sehingga sisa uang lebihnya bisa dia simpan setiap bulan. Semakin lama semakin bertambah dan dia semakin kaya. Tetapi bagaimana kalau kelebihan dari pendapatannya hanya sedikit, bahkan setiap ada kejadian yang luar biasa, simpanannya saja tidak cukup untuk menutupinya.
Tetapi paling tidak, dengan adanya manajemen keuangan kita bisa memantau cash flow keuangan keluarga. Membuat perencanaan pengeluaran bulanan dan mengevaluasi kebiasaan pengeluaran kita setiap bulan adalah langkah awal kita menjadi seorang kaya. Sebelum kita mendapat gaji kita buat perencanaan pengeluaran. Saya asumsikan anda sudah bisa mengestimasikan pendapatan anda. Dari rencana pengeluaran itu kita dapat melihat keseimbangan kebutuhan kita dengan pemasukan keuangan. Syukur-syukur pendapatan anda sudah bisa memenuhi hal-hal pokok yang anda butuhkan dalam bulan tersebut. Bila seandainya belum mencukupi maka sejak awal anda sudah bisa melihat seberapa besar kekurangannya. Dengan begitu ada banyak cukup waktu untuk anda memikirkannya.
Kebiasaan merencanakan keuangan memang merupakan hal yang sepele tetapi efeknya sangat besar dalam perjalanan keuangan anda dalam bulan berjalan tersebut. Kebiasaan negatif dari kita adalah ketika waktu gajian tiba segala keinginan kita yang tersendat diujung bulan karena kehabisan uang mesti dipenuhi. Pergi jalan-jalan, makan di restoran, belanja, dan segala hal yang menguras kantong kita penuhi. Sesampainya di rumah kita baru sadar bahwa kita sudah melupakan keadaan kantong kempes yang baru saja kita lalui. Padahal saat-saat tongpes adalah saat yang sangat memusingkan karena kita harus pinjam sana pinjam sini untuk menutupi kekurangan kebutuhan kita. Saat anda lihat saldo gaji anda, anda pun seperti terserang asma, sesak napas. Nah, apakah kita harus melalui hal-hal seperti setiap bulan?
Mulai ubah kebiasaan anda! Bicarakan keinginan anda dengan seluruh elemen keluarga anda bahwa anda ingin berubah!
