Saturday, July 6, 2013

Sekelumit tentang Tipping Point (Branding)

Berbicara tentang Branding, salah satu poin yang penting adalah tipping point dimana inilah titik tepat suatu produk atau jasa bisa diterima secara utuh oleh orang lain meskipun hanya dengan sedikit informasi. Sehingga, dalam konteks dunia pemasaran, pemasaran bisa berjalan dengan efektif dan efisien tanpa harus banyak menjelaskan.
Kenapa BUMN ramai-ramai merubah logonya? Salah satunya adalah guna menciptakan citra baru pada perusahaan ditengah maraknya tema “Perubahan” dalam beberapa tahun terakhir ini. Itu juga kenapa bagi beberapa perusahaan sangat mementingkan logo karena ini berkaitan dengan bagaimana produk mereka bisa diterima oleh konsumen calon konsumen mereka. Jika logo saja tidak diterima oleh pasar yang dituju, akan sulit mencapai keterikatan yang diharapkan agar terjadi pengulangan pemakaian.
Branding bisa dianggap berhasil jika pada saat kita baru menjelaskan satu hal, calon konsumen sudah mengerti apa yang kita maksud.
Sebagai contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari adalah jika kita baru menyebut nama seseorang, lawan bicara kita sudah bisa menjelaskan lebih detail tentang orang itu. Biasanya sih saat ngegosip… Saat kita bilang “Pak Tarno” misalnya, kemudian lawan bicara akan membalas dengan “Oh, Pak Tarno yang anu, yang itu, yang begini, yang begitu… Tau saya… Memang dia itu ya…”
Berbeda jika dia tidak mengenal Pak Tarno yang kita maksud. Butuh waktu lebih banyak untuk menjelaskan bukan?
Kita sering menilai sesuatu hanya dari “potongan” kecil
http://www.toyotacarsindia.in/
Tanpa keterangan dibawah gambar tersebut, saya yakin Anda bisa tahu bahwa logo diatas adalah logo Toyota, bagi Anda yang mengenalnya, tentu saja (penulis cantumkan karena tidak mau melanggar hak cipta dan sudah jadi syarat dari admin kompasiana).
Tapi seandainya gambar ini yang saya tampilkan dan tanpa keterangan?

http://www.diseno-art.com/news_content/2013/03/toyota-i-road-concept/
***
Begitu juga dalam branding. Hanya dengan sedikit informasi, orang akan mampu menilai produk kita dalam sekejap meski hanya dengan sedikit informasi yang sampai kepadanya.
Itulah kenapa dalam dunia periklanan, pengulangan itu sangat penting. Semakin sering calon konsumen di jejali informasi, semakin mudah dia mengenal produk tersebut. Entah melalui gambar, suara, atau rasa (tema iklan yang menyentuh).
Dalam dunia global, inilah yang dipakai oleh US dalam mempengaruhi pola pandang dunia tentang mereka dan gaya hidupnya. Media sangat berperan menyebarkan informasi ini. Itulah kenapa US berjaya saat ini. Mereka menguasai media. Mereka bombardir dunia dengan informasi yang tiada henti yang lama kelamaan kita anggap itu adalah suatu kebenaran. Untung ada Wikileaks…
Dan mungkin itu juga akhirnya Pak SBY menjadi lebih aktif di dunia media sosial macam twitter, facebook, dan youtube…
Semoga kita sebagai “konsumen” bisa lebih bijak dalam menilai sesuatu…


Salam

Ditulis Oleh: Eko Ony
Sumber: Kompasiana.com

No comments:

Post a Comment